Tas

Stok: Tersedia 1000 pcs
Berat 300 gram
Kondisi Baru
Kategori Kategori Pilihan Custom, Tas
Dilihat 756 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan
konveksi tas

Tas

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lanjut Belanja
Checkout
Rp 85.000
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Tas
konveksi tas Rp 85.000
Tersedia
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Produk Tas

Juragan Konveksi Baju – Konveksi dan garmen sekilas sama tetapi sebenarnya memiliki perbedaan terutama dalam bidang kuantitas produksi. Tetapi, pada dasarnya kedua rumah produksi itu melahirkan sebuah kebutuhan dalam bidang sandang atau pakaian. Untuk usaha konveksi sendiri memiliki kisaran karyawan 5-20 orang tanpa perlu manajemen lengkap seperti pada garmen. Sedangkan, garmen memiliki karyawan lebih besar hingga ratusan dan memiliki divisi tertentu dalam mengatur kinerja perusahaan.

Beda Konveksi Dan Garmen Tergantung Jumlah Produksi

Untuk sebuah tempat usaha jahit rumahan, hanya bisa menjahit maksimal 5 setel saja. Untuk usaha konveksi maksimal bisa menjahit pakaian 1000 lebih setel per harinya dengan memakai perlengkapan yang lebih bagus dan lengkap. Sedangkan, garment bergerak dalam bidang sandang yang telah mampu menjahit hingga 10.000 buah per harinya dengan manajemen perusahaan yang sempurna. Di Indonesia, sudah banyak sekali perusahaan garmen yang menjahit pakaian untuk skala ekspor dan lokal. Untuk konveksi di negara kita masih dalam kisaran pasar lokal saja.

konveksi baju bandung

Bagaimana Peralatan Konveksi Dan Garmen?

Dalam membuka usaha konveksi, memang dibutuhkan peralatan jahit yang lengkap agar tidak kerepotan dalam mengatur pola pakaian. Hanya saja, dalam garmen lebih detail lagi dalam memiliki peralatan karena standar kualitasnya sudah diatur oleh komunitas usaha kelas atas. Dalam menjalankan usaha konveksi setidaknya Anda harus memiliki mesin jahit minimal 10 unit, mesin obras 10 unit dan mesin penunjang lainnya juga sama. Semakin banyak produksi maka semakin banyak pula kebutuhan service dan karyawan dalam usaha konveksi. Jumlah produk yang keluar setidaknya harus seimbang karena pakaian adalah barang tahan lama sehingga daya jualnya juga tidak secepat barang makanan.

Bagaimana Runtutan Usaha Konveksi?

  1. Analisa Usaha 

    Ketika akan memulai sebuah usaha, Anda harus persiapkan dengan sangat matang sekali agar di waktu perdana tidak kebobolan dengan kendala yang dihadapi. Tidak sedikit pengusaha pemula membuka usaha konveksi yang ternyata gulung tikar karena tidak sesuai dengan lokasi pasaran yang dituju. Misalnya, Anda membuka konveksi di daerah pegunungan dengan tingkat peminat rendah dan potensi sumber daya keahlian rendah.

    Setidaknya ada persiapan seperti lokasi tujuan usaha, modal, kendala yang akan dihadapi, dan bagaimana sistem pemasarannya. Anda bisa belajar dari master konveksi yang telah dahulu berdiri atau mendalami dari usaha kecil dahulu seperti jasa tukang jahit. Resiko membuka usaha konveksi langsung besar adalah biaya operasional dan gaji karyawan yang terus disiplin setiap bulannya. Tetapi, jika tidak diimbangi dengan pemasukan yang sesuai maka akan merugi.

  2. Siapkan Kebutuhan Usaha

    Kebutuhan untuk membuka konveksi ada 2 yaitu tempat dan alat, untuk tempat Anda bisa alokasikan di daerah yang strategis dan ramai penduduk. Ramai penduduk ini juga lebih dipilih yang punya daya pendidikan atau keahlian yang tinggi. Jangan sampai Anda membuka di desa padat penduduk tetapi tidak memiliki potensi maka hanya akan membuat macet.

    Peralatan yang menjangkau juga harus lengkap seperti mesin jahit, mesin obras, rantai, meja potong, mesin potong, meteran, overdeck, gunting, meja steam dan sebagainya. Anda bisa sesuaikan dengan jumlah karyawan yang direkrut, minimal ada dana cadangan dengan karyawan yang Anda rekrut.

    Untuk konveksi rumahan akan lebih menguntungkan karena Anda tidak akan dikenakan pajak usaha kelas besar, berbeda dengan garmen yang sudah masuk ke perusahaan kelas atas. Ketika semua alat sudah siap, Anda bisa cek kembali fungsi dan listrik apakah bisa menampung. Ingat ya, usaha ini bergantung pada listrik sehingga mati listrik menjadi kendala besar produksi tidak mampu berjalan dengan baik. Apalagi saat ini mulai rutin pemadaman bergilir ya jadinya pikirkan resiko yang bisa dijangkau!

  3. Join Dengan Perusahaan Kain

    Bahan utama dalam membuat baju adalah kain dan benang. Anda bisa mencari supplier kain dan benang termurah agar bisa memaksimalkan laba. Kualitas kain yang bagus juga akan menentukan nama tempat usaha konveksi Anda ya. Ada pilihan pasaran seperti harga merakyat dengan kualitas cukup baik, ada pula kualitas terbaik dengan harga selangit. Tinggal Anda ingin pilih konsep usaha yang bagaimana agar lekas ramai dan balik modal.

    Perhatikan pula kualitas menjahit dari setiap pakaian karena jahitan yang jelek nantinya membuat kecewa dan kebur ke konveksi yang lainnya. Carilah karyawan dengan usia matang karena usia matang lebih stabil dalam bekerja daripada usia muda. Usia matang dari segi pengalaman lebih banyak, menempatkan posisi pekerjaan lebih mudah karena tahu harus melakukan apa, dan jarang sekali keluar masuk karyawan.

  4. Cara Memasarkan

    Metode memasarkan produk pakaian yang telah jadi harus seefektif dan seramai mungkin artinya turunkan harga dan carilah mode terhits kala itu. Anda bisa pilih lokasi pemasaran di kota yang konsumtif seperti kota besar dan banyak tempat usaha. Semakin banyak tempat usaha semakin tinggi kebutuhan sandang. Koneksikan diri Anda ke instansi resmi seperti sekolah atau kantor.

    Dalam pemasaran, bisa dikatakan Anda harus membabi buta ke semua titik daerah karena peluang kebutuhan sandang selalu ada. Anda bisa bermain harga di belakang promosi yang ada tetapi selalu tempatkan konsumen adalah raja dan layani dengan sebaik mungkin.

Kendala Apa Saja Yang Memungkinkan Dihadapi Konveksi?

  1. Ganti Karyawan
    Seringnya ganti karyawan membuat manajemen kerja menjadi kacau karena masa training dan masa kontrak ini tetap mengisi pekerjaan bagian konveksi. Usahakan untuk memilih karyawan yang benar butuh pekerjaan, jangan asal kerja. Pilih usia di atas 25 tahun dan sudah menikah. Usia muda dan belum menikah terkesan membuat karyawan asal kerja dan cari pengalaman saja.
  2. Listrik Mati
    Listrik yang mendadak padam bisa diatasi dengan genset dan atur strategi pekerjaan agar ketika listrik hidup tetap bisa menghandle semua selesai tepat waktu.
  3. Telatnya Bahan Baku
    Bahan baku yang telat datang bisa membuat lembur para karyawan dan Anda harus menambah upah lembur mereka. Aturlah pemesanan dan kapan waktu datang bahan baku dengan permintaan konsumen. Jangan sampai Anda sepakati permintaan konsumen dalam waktu tertentu namun bahan bakunya belum siap, hal ini akan membuat konsumen kecewa.
  4. Fluktuasi Harga 

    Naik turunnya harga dolar dengan rupiah juga mempengaruhi harga bahan baku sedangkan bahan baku yang tadinya mahal dijual dengan harga pakaian yang murah akan membuat kerugian untuk tempat usaha. Perlunya perhitungan dalam mengelola naik turunnya harga bahan baku agar Anda tidak merugi di saat kondisi usaha sedang menurun.

    Cukup jelas ya bagaimana manajemen dalam membuka konveksi baju bandung, mulailah dari hal yang kecil sehingga nanti bisa menjadi besar dengan manajemen yang tertata dengan struktural. Usaha konveksi yang bisa bertahan lebih dari 10 tahun perlu dijadikan contoh untuk Anda yang ingin merintis konveksi baru.

Demikianlah perbedaan Konveksi Dengan Garmen? yang mana seperti kita ketahui volume produksi antara konveksi dan germen juga berbeda, dan apabila anda ingi pesan baju seragam di germent harus dalam jumlah besar berbeda dengan konveksi yang mana bisa membuat baju seragam min 30 pcs saja bisa.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Ditambahkan pada: 28 February 2020
Produk Terkait
Diskusi Produk (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Chat via Whatsapp
Bobi Ishak
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Bobi Ishak
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja